Lalu anak itu berkata."Uuh, nggak enak kan mom."
Terus ibunya berkata lagi, "Kamu mau coba telur mentah nggak?"
Lalu si anak bilang, "Ah, mama bercanda deh!"
Terus ibunya bertanya lagi,"Mau coba tepung terigu sama baking soda nggak?"
Si anak berkata "Mom, udah deh ah. Jangan bercanda."
Lalu ibunya menjawab,"Iya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu persatu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, maka benda-benda itu menjadi kue yang enaak sekali.
Ternyata Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya padaNya,"Kenapa ya Dia membiarkan kita melalui masa sulit dan tidak menyenangkan?" Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu persatu sesuai dengan rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Jadi nikmatilah hidup selagi kita masih bisa menikmatinya
" Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya "
Banyak dari antara kita yang mengharapkan kejujuran. Menuntut kejujuran dari teman-teman kita, dari suami/istri, dari anak-anak kita, dari keluarga kita. Tapi pernahkah kita berpikir, ketika kita hanya menuntut, maka suatu saat kejujuran akan kehabisan stok dalam pasar kehidupan ini? Dan suatu saat harganya akan melambung tinggi, sehingga kita tidak mampu membelinya?
Ya, ketika permintaan banyak, sementara produksi sedikit atau bahkan tidak ada, maka suatu saat kita tidak bisa lagi menjumpai yang namanya kejujuran. So, berarti kita harus memproduksi kejujuran. menciptakan kejujuran. Ketika kita beranggapan bahwa kejujuran harganya mahal, sebenarnya kita keliru. Kalau kita mau, harganya bisa sangat murah. Kita menciptakan kejujuran dari diri sendiri. Ketika setiap kita telah menambahkan satu kejujuran ke dalam pasar kehidupan, maka stoknya makin lama makin berlimpah. Akhirnya kejujuran akan mudah kita dapatkan. Dan kita tidak perlu lagi menuntutnya dari orang lain. Kita sudah bisa menciptakan sendiri.
Siapakah yang harusnya, menciptakan kejujuran?
Siapapun yang merasa membutuhkan kejujuran, maka ia harus menciptakannya juga. Dan siapapun yang membutuhkan, maka ia juga bisa menciptakannya.
Untuk siapakah kita menciptakan kejujuran?
Untuk semua isi alam semesta ini. Untuk suami/istri kita, untuk anak-anak kita, untuk orang tua kita, untuk teman-teman kita. Tetapi yang terutama adalah untuk diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa menuntut orang lain untuk jujur pada kita, ketika kita sendiri tidak jujur pada diri kita?
Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. Si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.
OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.
1) OngKos mengandungmu selama 9bulan- GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu -GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu -GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu -GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS
Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: "Telah Dibayar" ..



































