INILAH JAKARTA MAGRIB


Tiga cowok pencinta Ibu Kota
Lagi asik bertigaan dikantor bareng @novaltriswanto sama @enderiserici. Tiba-tiba kepikiran buat nulis tentang Jakarta Magrib. Ini adalah kolaborasi nulis kami bertiga. Kami bertiga suka dengan keadaan kota Jakarta pas waktu magrib. Diwaktu itu kesibukan orang-orang yang tinggal di Ibu kota Jakarta sangat terlihat jelas. Berbagai macam aktifitas yang dilakukan.

Jakarta Magrib 
By @shudaiajlani @novaltriswanto @enderiserici
Matahari yang mewarnai langit biru cerah merona dihiasi awan putih bercahaya perlahan menurunkan dirinya seakan memberikan waktu untuk rembulan mempersiapkan diri sebelum benar-benar ia tenggelam. Jakarta adalah salah satu kota kecil dari sekian juta kota di bumi yang juga dapat merasakan keindahan suasana ini, terlebih lagi ketika terdengar suara para muadzin yang mengumandangkan adzan dari setiap sudut-sudut masjid dan mushola, itu pertanda panggilan shalat untuk umat muslim di segala penjuru.

Karna magrib itu merupakan ambang batas. Saat itulah alam berubah transisi antara matahari berganti dengan rembulan. Dan para pekerja kantoran pulang dengan rasa kangen akan keluarganya yang menunggu dirumah, beda dengan orang-orang yang meninggalkan kangen, dengan semangat. Gerobak yang berisi berbagai macam harapan, didorongnya secara perlahan, melintasi segala sudut-sudut Ibu Kota, demi mendapatkan secerca impian dan membahagiakan anak istri yang tengah menunggu dirumah dengan penuh doa.

Keindahan yang luar biasa itu sayang tidak banyak yang dapat menikmatinya kalau kita mengingat keadaan yang sebenarnya terjadi, dimana setiap orang harus membayar waktu lebih ketika mereka harus melakukan perjalanan dengan tujuan yang beraneka macam, melintasi jalur-jalur Ibu Kota. Indah langit yang damai tidak lagi membawa kedamaian dan seakan sirna begitu saja oleh bisingnya bunyi klakson kendaraan yang ingin membebaskan diri dari kepadatan juga keadaan yang mengundang emosi setiap para penghuni kota ini. 

Segudang rutinitas individu serta kelompok yang meluangkan waktu untuk berusaha agar tetap bersabar akan hiruk pikuk padatnya Ibu Kota ini. Garis tengah langit menjelang pergantian antara sore dengan malam pun semakin menunjukkan keindahan alam semesta ini. Banyak ilustrasi yang seringkali terhubung dengan objek dan subjek. Suara adzan pun telah usai dikumandangkan. Perlu kita ingat, sebuah pencapaian yang sangat meragukan akan hilang dengan segala niat kesungguhan. Tinggalkan segala macam aktifitas, coba bersihkan diri dari debu jalanan yang menyelimuti tubuh ini. Duduk bersimpuh, berdoa, dan memohon kepada-Nya supaya esok hari rasa ini masih tetap merasakan indahnya Jakarta Magrib.

Bagi komentarnya, nggak boleh pelit. Komentar adalah bukti kalo lo pernah baca ini B)
Post selanjutnya gue bakalan nulis dengan judul 'Bulan Film Nasional Bareng Kineforum'. Follow terus yaaa..


_______________________
Nb: Yang suka fotografi, film, buku. Bisa langsung email dengan format:
Username twitter: (wajib diisi)
Kota tempat tinggal sekarang: (wajib diisi)
No handphone/pin bb/id skype: (wajib diisi, salah satunya)
Fotografi/Film/Buku: (wajib diisi, pilih tergantung selera)

Kirim datanya ke ngegaul@shudaiajlani.com sekarang juga! Bakalan ada ngegaul bareng B)

JAM DINDING

Ketika pagi datang. Bintang-bintang di angkasa kini semakin memudar. Bukan hujan yang turun tapi sekelompok embun dengan udara yang sejuk mampu menusuk tulang rusuk ini. Membuyarkan segala mimpi-mimpi semalam. Kalo bukan karna sinar-sinar matahari pagi, susah rasanya jendela ini terbuka. Sekalinya terbuka yang pertama kali dilihat adalah jarum detik yang lagi berputar dengan teratur. Setiap 60 detik jarum menit siap berdetak mengikuti arah jarum detik berputar. Bagitu terus setiap saat hingga energi yang mengisinya telah habis. Jarum detik dan menit nggak akan pernah berputar dengan kompak tapi mereka berdua akan selalu berdampingan nggak akan pernah saling melepas walaupun ada jarum jam sebagai pihak ketiga di antara mereka. Nggak akan pernah egois. Selalu pantas untuk dilihat sampai bumi berhenti berputar.

Nggak ada yang lebih ngenes dari pada ngeliatin jam dinding setiap pagi? Iya setiap hari sehabis bangun tidur yang jadi pemandangan gue adalah jam dinding. Gue selalu suka ngeliat jarum-jarum detik dan menit berputar, ya.. walaupun nggak akan pernah bisa bareng berputar. Mereka selalu jadi acuan bagi banyak orang. Termasuk gue.

Di indonesia terkenal dengan 'ngaret'. Terkenal karna kebiasaan. Kebiasaan itu emang sulit dirubah dengan ucapan. Tapi kebiasaan itu bisa di rubah dengan kemauan dan niat untuk belajar menghargai waktu.
Kejadian-kejadian yang telah dilakukan nggak akan pernah bisa di ulang kembali. Itulah waktu. Yang harus dilakukan adalah memanfaatkan waktu dengan melakukan hal-hal yang berguna.  Jangan sampai diakhiri dengan sebuah penyesalan yang negatif.

Orang-orang yang menghargai waktu akan terlihat 3 kali lebih keren dibanding orang-orang yang menyepelekan waktu - Mpok Lela, 17th. Penjual nasi uduk.


Dikasih kaos langsung gue pake. Kaos huruf be kurung tutup yang diproduksi sama 'cry-oon'. Makasih banget lho yang udah mau nyetak ini. Mulai minggu besok kekampus pake kaos ini ah B)))

Bagi komentarnya, nggak boleh pelit. Komentar adalah bukti kalo lo pernah baca ini B)
Post selanjutnya gue bakalan nulis dengan judul Inilah Jakata Magrib. Tulisan setelah ini sangat spesial, beda dengan yang biasanya. Karna gue berkolaborasi bareng 2 orang temen gue buat nulis 'Inilah Jakarta Magrib'.
Follow terus yaaa...

INDONESIA MAKIN KEREN!

 
*pura-pura batuk*

Selamat tahun baru 2012
Sebelum mulai nulis gue mau ngucapin halo dulu ke semua orang-orang penikmat dunia maya yang sempet nyasar untuk baca tulisan pertama gue ditahun 2012 ini. Halooooooooo!

Setelah beberapa hari vakum sementara untuk nggak nulis di blog, akhirnya dengan senang hati dan tentu saja muka yang lebih fresh. Bukan cuma muka gue tapi juga tampilan baru blog ijo-ijo ini. Kalo yang udah lama kenal sama blog gue, pasti bisa ngerasain perbedannya di sebelah mana. Yaa, emang sih nggak terlalu berubah banyak, cuma header sama teks-teks favorite twitter yang gue cantumin di atas itu. Ya mudah-mudahan dengan umur blog gue yang udah lebih dari 2 tahunan ini berkibar, tetep menampilkan sesuatu yang fresh. Nggak ngebosenin.

Ada sih satu dua orang yang nanyain tentang kelanjutan hubungan gue sama blog ini, kenapa nggak posting blog lagi? Udah bosen ngeblog dai? Pengen nggak jomblo? Atau punya rencana mau pacaran?

Gue rasa sih nggak gitu juga nanyanya. Sebenernya ada beberapa faktor yang ngehalangin gue buat nggak ngepublish tulisan disini. Tapi jangan khawatir gue disini bareng sama blog gue yang ijo-ijo ini masih tetep setia menampilkan sesuatu yang baru untuk para penikmat tulisan yang ada di dunia maya. Hmm.. Senyumin ah.

Indonesia lagi berkembang dunia kreatifnya.
Perkembangan dunia musik di indonesia lagi hot-hotnya. Apalagi industri musik semacem boyband atau girlband. Gue beruntung lahir didunia ini yang nggak terlalu gampang terpengaruh perkembangan musik di indonesia. Walaupun gue punya temen-temen cowok. Tapi tetep gue nggak akan pernah mau bikin boyband. Bukan cuma sekedar bernyanyi tapi ada menari pula. Nah kekurangan gue itu, gue nggak terlalu jago buat nari-nari gitu. Yaa pokoknya nggak akan deh.
 
Gue sebagai salah satu perwakilan anak muda di era 2012 ini, suka ngeliat perkembangan jaman saat ini. Nggak cuma musik. Di Indonesia khususnya industri kreatif seperti buku dan film. Buku dan film di indonesia lagi sering-seringnya dibahas dilinimasa twitter. Bangkitnya industri kreatif dalam bidang tulis-menulis ini menjadi peluang buat para anak-anak muda yang suka curhat, banyak omong, punya karakteristik dalam bercerita dan pastinya selalu ingin berbagi dengan banyak orang. Untuk menunjukan kreatifitasnya. Bukan cuma orang-orang besar saja yang bisa mengawali dunia tulis-menulis. Jangan terlalu mementingkan traffic atau angka. Coba untuk mementingkan kualitas tulisan. Dengan kata-kata yang disusun rapih dan hangat menggunakan gaya bahasanya sendiri, bisa diterima serta dicerna dengan mudah. Percaya pasti hasilnya akan memuaskan.

Yaa, walaupun gue bukan seorang penulis dan gue nggak punya buku. Tapi gue suka menulis, dan gue punya blog ini. Sebagai media untuk mempublikasikan hasil karya gue.

Kalo udah di toko buku. Gue suka betah berdiri bermenit-menit kalo liat buku yang bagus. Banyak banget jenis buku-buku yang lagi -in saat ini. Dijaman twitter ini, menerbitkan buku bukan lagi hal yang susah. Gampang! Dari hasil tweet-tweet aja bisa dibukukan. Dan itu banyak yang seperti itu.
Itu baru lewat microblogging kayak twitter, belom lagi yang suka ngeblog. Ternyata sekarang banyak blogger-blogger baru yang menerbitkan buku. Dengan tujuan yang pastinya bervariasi. Itu adalah hal yang sangat postif. Manulis itu penting, gue bukan seorang penulis tapi gue suka menulis. Karna gue percaya menulis bakalan abadi. Abadi disini berarti tulisan yang kita buat dan dibaca banyak orang, bakalan ada selamanya. Ini menjadi kenangan terindah saat kita hidup didunia dan bahkan jadi lebih indah kalau ternyata kita pernah hidup didunia ini dan tulisan kitalah buktinya. 

Nggak cuma buku-buku yang lagi jadi trend saat ini, film-film yang berasal dari Indonesia juga akhir-akhir ini udah lumayan bangkit untuk lebih maju. Gue harus bangga sama perfilman indonesia, gue juga harus rutin nonton film-film yang di produksi sama indonesia. Apapun itu jenisnya. Tahun ini gue sempet janji sama diri gue sendiri buat nonton semua film yang berasal dari negeri yang dimana gue saat ini berada. Dengan adanya pemain-pemain baru dalam dunia perfilman indonesia, itulah yang ngebuat film-film indonesia menjadi lebih berwarna. Nggak cuma artis-artis yang biasa tampil di televisi aja yang berperan, tapi masyarakat-masyarakat setempatlah yang harus diikut sertakan. Syukur-syukur bisa berperan sebagai pemeran utama dalam film tersebut. Pasti bakalan lebih keren.

Gue cinta sama indonesia. Karna untuk dunia perfilman ke depannya insya allah ada gue yang berkecimpung didalam dunia penyiaran semacem itu, ya walau cuma di balik layar. Coba liat dipojok kanan atas blog gue, ada kursi yang belom sempet didudukin. Entah kapan kursi itu bakalan gue dudukin B))).

Bagi komentarnya, nggak boleh pelit. Komentar adalah bukti kalo lo pernah baca ini B)
Post selanjutnya gue bakalan nulis dengan judul Jam Dinding. Follow terus yaaa...

SELAMAT HARI IBU



Bingung mulainya
Ternyata enak yah.. Abis mandi, langsung nulis. Sengaja biar segernya nular ke tulisan ini. Kepengen nulis serius tentang ibu. Yuk mari..

Bingung mau mulai pake kalimat apa, biarin aja deh ngalir sendiri. Nanti juga ketemu kalimat pembukaannya. Menurut pembicara-pembicara seminar yang sempet gue ikutin waktu ngebahas tentang 'tata cara mulai menulis dengan tangan kanan ataupun kiri'. 

Kalo misalkan bingung mau nulis apa atau sebenernya udah kepikiran pengen nulis ini itu tapi tetep aja masih bingung buat mulai pake kalimat yang kayak gimana enaknya. Solusinya itu yaa jujur aja lagi sama tulisan sendiri kalo emang gue tuh sebenernya bingung mau nulis awal kalimat yang kayak gimana. Tuh liat aja tuh tulisan gue udah mulai kebuka sendiri kan kalimatnya? Padahal tadinya gue bingung mau mulai dari mana. Ya gue mulai aja dari kebingungan gue itu gue tulis. Muehehe.. Tinggal cari jembatan penghubung antara kalimat pembuka buat masuk ke topik utama tentang pembahasan gue ini. 

Sebut aja dia adalah dia
Hmmm dulu tuh dia masih bisa curhat-curhatan sama gue. Masih bisa tuker-tukeran pikiran. Masih bisa makan bareng. Bercanda bareng. Bahkan tidur bareng. Tapi sekarang dia udah nggak pernah kayak dulu lagi. Dia sekarang udah enak, udah bisa ketemu lagi sama belahan jiwanya. Menurut pengamatan dari mata telanjang gue, dia itu adalah sesosok manusia yang begitu sangat istimewa bagi orang-orang yang mencintainya. Dia selalu mengajarkan, mendidik dengan modal pendidikan yang sangat minim dan menasihati segaligus memotivasi orang-orang yang mencintai dia untuk selalu berusaha keras agar nggak mudah buat cepat putus asa dalam mengejar cita-cita. Meski sebenarnya dia adalah orang yang mungkin bisa dibilang kurang mendalami dunia pendidikan; buta huruf, nggak bisa ngegambar, nggak kenal sama jenis-jenis warna, nggak pandai matematika tapi pandai mengaji, berbicara dan menasihati sekaligus memotivasi orang-orang yang sangat mencintainya.


Dia bukan orang sosmed
Nggak pernah main facebook ataupun twitter bahkan nggak akan mau tau apa itu dan untuk apa. Karena dia bukan orang yang pandai dalam dunia digital. Bukan cuma itu, dijaman dia itu nggak ada yang namanya internet, listrik pun belom ada. Itu mungkin faktor yang ngebuat dia nggak akan pernah mikir buat ikutan register di jejaring sosial. 

Terus?
Ya sabar.. Gue masih terus nulis tentang dia kok.
Dia siapa sih? 
Emangnya pengen tau benget yah.. 
Iyah!!
Yauda lanjut baca aja sih.
Oke!!

SENYUMAN KALIAN ADALAH KEBAHAGIAN KITA

Tugas Oh Tugas
Lagi asik-asik duduk dipinggiran kakus, gue keinget sama sesuatu yang itu bukan manusia, bukan juga wanita apalagi pria. Ya bener gue masih normal. Gue keinget sama warna ijo dan batik-batik. Blog gue! 
Entahlah, gue nggak ngerti sama tugas-tugas kuliah. Yang seolah-olah doi pengen banget diperhatiin. Disuapin. Ditemenin. Digandeng. Melebihi yang namanya pacar ataupun gebetan tapi bukan mantan.

Gue tau, gue akhir-akhir ini terlalu setia sama macem-macem kegiatan gue dikampus. Diluar kampus, ikut les. Nongkrong di sogo kucing bukan cafe-cafe mewah. Bikin konsep ini itu. Gue lupa sama aktivitas gue didunia maya. Bisa di bilang gue setia tapi kurang adil berbagi sama semua kegiataan gue. Mudah-mudahan kedepannya bisa tetep setia dan coba buat adil.

Melekin mata. Jalan ke arah dapur. Tapi percuma, didapur gue nggak bisa nemuin dosen-dosen gue. Langsung gue ke toilet. Cuci muka. Gosok gigi. Lalu duduk bengong dipinggir kakus, semacem orang kesepian yang butuh pelukan. Begitu terus setiap hari. 


Padahal kalo seandainya dosen-dosen gue lagi pada kumpul di dapur nyokap gue, gue pasti nanya ke mereka: "Bu.. Pa.. dosen kenapa sih kalo mau semesteran tugas kuliah numpuk semua, tugas-tugas itu jadi persyaratan untuk semesteran, tugas-tugas itu jadi beban, tugas-tugas itu pula yang susah untuk ngebuat mahasiswa senyum ketika ngelihat tanggal dan jadwal semesteran yang makin dekat. Apa ini yang dinamakan benar-benar jadi anak kampus?"

Tapi itu semua percuma. Gue cuma bisa duduk bengong dipinggir kakus. Kadang duduk sok asik dipinggir kakus. Sampe-sampe ngeshuffle dance di atas kakus, saking tertekannya sama tugas kuliah dan deadline sesuatu. Beberapa jam gue shuffle dance disana, ternyata capek juga. Bikin pegel. Bikin haus. Bikin laper. Untung nggak ada kuning-kuning yang ngambang di dalem kakus. Gue duduk bengong (lagi) dipinggir kakus. Beberapa jam kemudian gue kepiran sama blog.